Hadiri Reses Budhi Condrowati, Dwinan Rahmandi Ajak Petani Mengerti Kondisi Tanah & Tanaman Dengan Klinik Pertanian

Lampung508 Dilihat

Lotusmediaindonesia.com, Tulang Bawang Barat – Pegiat Petani Milenial Dwinan Rahmandi mengajak petani di Tulang Bawang Barat untuk mengerti kondisi tanah dan tanaman.

Dirinya menjelaskan bahwa kondisi tanah yang menggunakan pupuk kimia tanpa henti akan megalami kerusakan.

“Bapak ibu harus mengerti kondisi tanah sekarang ini sudah tidak sebaik di zaman dulu, kita sudah bergantung pada penggunaan pupuk kimia dan itu akan berdampak negatif bagi tanah pertanian kita” jelas Dwinan Rahmandi, Senin (12/6/2023).

Menyambung hal tersebut Dwinan Rahmandi juga menambahkan bahwa dibutuhkan olah lahan yang baik dan penggunaan pupuk organik untuk menjaga lahan agar tetap produktif.

“Kami juga sebagai pegiat petani milenial ada program yaitu klinik pertanian, ini mengacu pada 5 panca tani, yang salah satu poinnya adalah pengolahan lahan. Jadi sebelum ditanami, lahan membutuhkan pengolahan yakni dengan kapur pertanian. Selain itu juga harus menggunakan pupuk organik dan yang namanya organik itu tidak perlu beli yang mahal-mahal, banyak disekitar kita yang bisa dimanfaatkan seperti air beras, air kelapa dan bahan organik lainnya” tambah Dwinan Rahmandi.

Baca Juga : Dwinan Rahmandi Gagas Ide Klinik Pertanian di Mesuji

Selain itu Dwinan Rahmandi juga menjelaskan mengenai Pupuk yang sering dikatakan langka oleh para petani.

“Yang perlu diketahui sebelumnya adalah pupuk yang beredar skrng ini secara garis besar ada 2 jenis, yakni subsidi dan non subsidi. Untuk pupuk subsidi ini ada mekanismenya, yang bisa mendapatkan pupuk subsidi ini hanya 9 komoditas dan singkong tidak masuk” jelas Dwinan Rahmandi.

Petani pun terlihat antusias dan menanyakan mengenai cara pengolahan tanah dan sistem pemupukan yang baik.

Hal tersebut ditanggapi oleh Dedi Heryadi selaku Tim Kanca Dwinan sekaligus praktisi pertanian. Dirinya menjelaskan bahwa tanah yang dikelola harus diiringi dengan pengetahuan akan kondisi tanah.

“Pengolahan tanah memang pada dasarnya kurang lebih sama pak, menggunakan kapur pertanian atau dolomit yang dosisnya 1 ton per hektar. Tapi ini juga harus diketahui kondisi tanahnya, apa yang kurang dari unsur haranya. Selain itu juga kalau ada kohe sapi, kambing atau ayam ya dipakai untuk pelengkap unsur organiknya” pungkas Dedi.

Komentar