Fandi Tjandra Gelar Sosialisasi IPWK Di Perwata, Ajak Masyarakat Resapi Nilai Kebangsaan

Advertorial298 Dilihat
Lotusmediaindonesia.com, Bandar Lampung – Anggota DPRD Kota Bandar Lampung Fandi Tjandra, SE kembali gelar sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan hari Senin, 15 mei 2023 pukul 10.00 di Perumahan Puri Perwata Blok T Nomor 6, Kelurahan Bakung, Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung.

Dalam kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan oleh Fandi Tjandra pagi hari ini turut dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Bandar Lampung, H. Wiyadi, S.P., M.M. Selain itu dalam sosialisasi tersebut juga menghadirkan 2 orang Narasumber yakti Widya Rizky Eka Putri, Ms.Ak selaku akademisi yang merupakan Dosen Universitas Lampung (UNILA) dan KH Ahmad Ishomuddin. M.Ag, Rais AM PBNU 2010 – 2015 yang juga sebagai Dosen di UIN Lampung sebagai narasumber kedua.

Turut hadir jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan kota Bandar Lampung, jajaran PAC Ranting se kecamatan Teluk Betung Barat dan sekitarnya, tokoh masyarakat, tokoh Agama, tokoh pemuda setempat.

Fandi Tjandra, Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung yang telah 2 periode menjabat sebagai Anggota DPRD Kota Bandar Lampung ini menerangkan tujuan sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan.

“Terima kasih kepada bapak ibu sekalian, yang telah menyempatkan hadir dalam kegiatan sosialisasi hari ini, dan sosialisasi ini sangat penting bagi masyarakat kota Bandar Lampung khususnya yang berada di dapil saya, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Teluk Betung Barat, Teluk Betung Utara, dan Teluk Betung Timur, semoga dengan adanya sosialisasi ini kita dapat mengimplementasikan ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di masyarakat.” Ungkap Fandi Tjandra.

Sebagai moderator, Yopy Kahimpong, tokoh senior PDI Perjuangan Provinsi Lampung sebagai moderator sosialisasi, mengungkapkan bahwa kegiatan sosialisasi terus di gelar di Provinsi Lampung bertujuan untuk membumikan Pancasila.

“Tujuan sosialisasi ini, kita ingin memberikan pemahaman bahwa pentingnya sosialisasi ideologi Pancasila untuk terus menerus dilakukan agar kita tidak lupa menyerap pancasila yang kemudian dipraktekkan dalam berbangsa dan bernegara”, ujarnya

Narasumber pertama dalam acara Sosialisasi IPWK yang diadakan oleh Fandi Tjandra tersebut yakni Widya Rizky Eka Putri, Ms.Ak dosen Universitas Lampung (UNILA) mengungkapkan bahwa nilai nilai Pancasila harus di implementasikan dalam kehidupan sehari hari.

“Ideologi kita itu berbeda dengan negara lain, bukan ideologi Liberal, bukan komunis. Dan kita bersyukur dengan Ideologi Pancasila, kita ini negara yang mengakui keberadaan Tuhan. Dan di era digital sekarang banyak tersebar berita dari mana mana, dan nilai Pancasila sebagai penyaring ideologi dari luar”, ungkapnya.

Narasumber ke dua, KH Ahmad Ishomuddin. M.Ag. yang pernah menjadi salah satu Rais AM PBNU periode 2010 sampai 2015, menjelaskan banyak terjadinya intoleransi terutama yang terjadi dibeberapa negara di Timur tengah.

“Di sebagai negara di Timur Tengah yang sekarang sedang bersengketa, knapa sampai terjadi peperangan padahal agama nya sama, sama Islam, karena mereka-mereka itu memiliki watak seperti wataknya pasir pasir, pasir itu buliran-bulirannya, butir-butir itu seperti kerikil-kerikilnya juga batu-batunya juga sulit disatukan karena tidak memiliki ‘perekat’, berbeda halnya dengan Indonesia, sebagai bangsa yang besar ini memiliki perekat pemersatu, namanya PBNU, P-nya itu Pancasila, B-nya Itu Bhineka Tunggal Ika, N-nya itu NKRI, dan U-nya adalah Undang-Undang Dasar 1945, maka bersyukur kita hidup di
Negara Kesatuan Republik Indonesia”,ungkapnya.

Fandi Tjandra Gelar Sosialisasi IPWK Di Perwata, Ajak Masyarakat Resapi Nilai Kebangsaan

Diterangkan oleh Gus ISOM, nama panggilan tokoh NU yang lahir di Pringsewu, Provinsi Lampung ini bahwa bangsa kita sebagai bangsa yang besar beraneka suku bangsa dan agama merupakan sebuah keniscayaan.

“Dalam bermasyarakat di Indonesia, kita memiliki berbagai macam suku bangsa, seperti ibu Widya, sukunya Bengkulu, pak Fandi Tjandra keturunan Tionghoa, dan saya suku Jawa yang lahir di Pringsewu Lampung, adapun agama, sebagian kita yang hadir adalah muslim, dan pak Fandi Tjandra memiliki agama Kristen, oleh karena itu, kita wajib menjaga toleransi sesama anak bangsa, dan jangan melakukan pemaksaan terhadap kepercayaan kita kepada orang lain yang berbeda dengan kita, makna bhineka tunggal Ika harus kita kedepankan dalam kehidupan dimasyarakat”, ungkapnya.

Kembali dijelaskan oleh KH Ahmad Ishomuddin. M.Ag. politik kebangsaan yang di cita citakan oleh Bangsa Indonesia adalah untuk memberikan pengaruh kepada bangsa Indonesia sendiri dan juga mampu memberikan pengaruh untuk bangsa lain.

“Sebuah bangsa yang besar harus memiliki wawasan politik kebangsaan, adalah untuk memberikan pengaruh kepada bangsa Indonesia sendiri dan juga mampu memberikan pengaruh untuk bangsa lain. Bagaimana menjadi bangsa yang besar dengan persatuan yang kokoh lagi kuat. Bahwa terjadinya perpecahan dari zaman dulu sampe zaman kiamat nanti gara gara perbedaan politik yang tidak dilandasi oleh wawasan kebangsaan. Dan jangan menjadikan Agama sebagai alat politik, karena itu berbahaya dan membahayakan persatuan bangsa Indonesia,” ujarnya tegas.(red)

Komentar