Ini Tanggapan Fraksi PDI Perjuangan Lampung Pada Demo BEM SI

Politik324 Dilihat

Bandar Lampung – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Lampung memberikan tanggapan terhadap aksi demonstrasi yang dilakukan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI).

Ketua Fraksi Aprilliati S.H., M.H. menghimbau kepada masyarakat khususnya mahasiswa untuk tidak mudah terprovokasi atas adanya isu wacana masa jabatan presiden 3 periode. Hal tersebut disampaikan Aprilliati 10 April 2022.

“Presiden 3 periode bertentangan dengan konstitusi yang ada di Negara kita, yaitu pasal 7 dan pasal 22E ayat 1 UUD 1945” kata april.

Menurut Srikandi PDI Perjuangan ini, pada pasal 7 presiden dan wakil presiden memegang masa jabatan selama 5 tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali oleh masyarakat. Kemudian Presiden dan Wakil Presiden memegang masa jabatan selama 5 tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali oleh masyarakat dalam jabatan yang sama hanya untuk satu kali masa jabatan”, jelas aprilliati.

“Sedangkan pada pasal 22E ayat 1 yaitu tentang Pemilihan Umum (PEMILU) dilaksanakan secara jujur, bebas dan rahasia selama lima tahun sekali. Inilah aturan yang sudah ada” tambahnya.

“Oleh karena itu saya mengajak seluruh anak bangsa tidak terprovokasi atas adanya isu isu yang mengganggu stabilitas nasional semacam itu. Sikap kami adalah jelas merujuk pada pasal 7 dan 22E tersebut” Ujarnya.

fraksi pdi perjuangan lampung

Hal senada juga dikatakan oleh Anggota DPRD Provinsi Lampung Fraksi PDI Perjuangan, Budhi Condrowati S.E.

Wanita yang akrab disapa condro tersebut pun mengajak para mahasiswa agar tidak mudah terprovokasi dan bersikap anarkis.

“Tentang demo mahasiswa besok,saya menghimbau agar jangan merusak fasilitas umum dan infrastruktur yang sudah ada. Kalau bersikap anarkis nanti yang rugi ya kita semua” himbau Condro.

Tambahnya bahwa mahasiswa boleh-boleh saja menyuarakan apa yang menjadi aspirasiny, tapi dengan cara yang benar dan jangan sampai disusupi oleh penumpang gelap yang memanfaatkan keadaan.

“Sampaikan saja aspirasi ke pemerintah, tapi jangan anarkis dan saya berharap mahasiswa waspada jangan sampai ada yang menyusupi seperti kemarin” tambah condrowati.

Kemudian Budhi Condrowati juga mengatakan bahwa kritik terhadap pemerintah juga dibutuhkan sebagai upaya kontrol atas tanggung jawab yang besar.

“Kritis dan kritik dibutuhkan karena kekuasaan harus dikontrol. Artinya demokrasi harus dihargai. Intinya adalah Demokrasi tidak boleh dan tidak sejalan dengan kekerasan atau sikap anarkis”

Ia juga mengutuk keras atas kekerasan yang diterima oleh Ade Armando di depan gedung DPR-RI senin lalu. Menurutnya hal tersebut telah mencoreng wajah Demokrasi Indonesia.

“Atas Pengeroyokan terhadap Bang Ade armando, ya mengecam dan mengutuk keras aksi kekerasan tersebut oleh sekelompok masa yang seperti preman menghajar membabi buta seperti itu. Inikan Bulan puasa harusnya membawa kesejukan kan, dan rasanya tidak elok kalau ada terjadi pengeroyokan. Artinya perbuatan seperti itu tidak terpuji dan anarkis. Apalagi sampai ditelanjangi, saya sangat miris melihatnya. Saran saya ya polisi tindak tegas atas hal-hal semacam itu” Jelas Buddhi Condrowati.

Komentar