Komisi IV DPR-RI sarankan penanaman Sorgum untuk pakan ternak

Lampung365 Dilihat

Bandar Lampung – Ketua Komisi IV DPR-RI, Sudin, SE dalam sambutannya menyarankan penanaman tanaman sorgum untuk pakan ternak.
Politisi Partai PDI Perjuangan tersebut menyarankan hal tersebur dalam Bimbingan teknis manajemen peternakan dan kesehatan hewan.

“Seperti yang terlah disampaikan oleh pak agus tadi, ada beberapa jenis pakan ternak. Saya ada konsultasi sedikit tadi, kenapa tidak menanam sorgum sedikit untuk pakan ternak. Kalau bapak ibu mau, nanti saya akan berikan bibitnya untuk pakan ternak” Jelas Ketua Komisi IV DPR-RI tersebut.

Sudin juga menjelaskan bahwa komoditas tanaman sorgum sedang dikembangkan sebagai pakan ternak di beberapa daerah.

“Saya lihat tanaman sorgum ini sekarang sedang dikembangkan sebagai salah satu pakan ternak yang cukup baik”, Jelas sudin.

Hal ini disambut antusias para peserta Bimbingan Teknis yang diadakan di Ballroom Hotel Sheraton tersebut.

Ketua Komisi IV DPR-RI
Sudin, SE saat menyampaikan sambutannya (19/11/21)

Politisi senayan ini juga mengatakan bahwa secara tegas menolak import daging kerbau karena menurutnya akan menyengsarakan para peternak.

“Saya ini paling galak kalau di DPR-RI, saya selalu menolak import daging kerbau. Bapak ibu sudah capek beternak tiba tiba ada import kerbau asal india masuk, akibatnya apa? daging sapi yang bapak ibu pelihara akan jadi murah. Ini pastinya akan menyulitkan untuk para peternak”. Ujar sudin.

Dalam kesempatan ini sudin juga mengingatkan untuk menjaga semua bantukan yang sudah diberikan kepada para peternak. “Tolong bapak ibu, setiap bantuan yang diberikan mohon dijaga sebaik baiknya karena bantuan tersebut bukan milik ketua kelompok tapi milik bersama, jadi harus dijaga bersama sama”. Tambah Ketua Komisi IV DPR-RI tersebut

97461
Peserta Bimbingan Teknis terlihat tetap mematuhi protokol kesehatan

Turut hadir dalam acara Bimbingan Teknis ini PLT Direktur Pembibitan dan Produksi Ternak Ditjen Kesehatan dan Peternakan Kementerian Pertanian, Dr. Hewan Agus Sunanto, MP ; Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, drh. Syamsul Ma’arif M.Si dan pejabat instansi terkait.

Komentar