Nichiren Shoshu : Aliran Buddha Jepang Di Indonesia

Lotusmediaindonesia.com, Agama Buddha adalah salah satu agama dunia yang memiliki banyak aliran atau tradisi yang berbeda. Salah satu aliran agama Buddha yang muncul di Indonesia adalah Nichiren Shoshu. Nichiren Shoshu adalah aliran agama Buddha yang berasal dari Jepang dan memiliki ciri khas dalam penggunaan mantra dan keyakinan pada Sutra Lembu Suci (Lotus Sutra). Artikel ini akan menjelaskan bagaimana aliran agama Buddha Nichiren Shoshu menyebar di Indonesia, sejarahnya, serta dampaknya pada masyarakat di Indonesia.

Sejarah Nichiren Shoshu di Indonesia

Nichiren Shoshu pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada awal tahun 1970-an. Aliran ini dibawa oleh beberapa penganut awal yang belajar langsung dari para biksu Nichiren Shoshu di Jepang. Salah satu penganut awal yang terkenal adalah Poh Choo Khor, yang kemudian menjadi pemimpin komunitas Nichiren Shoshu di Indonesia. Perkembangan awal aliran ini terutama terfokus di Jakarta, dan kemudian menyebar ke berbagai kota di Indonesia.

Pada awalnya, penyebaran aliran ini di Indonesia cukup lambat. Penganutnya terdiri dari sekelompok kecil individu yang tekun mempraktikkan ajaran-ajaran Nichiren Shoshu. Mereka berkumpul untuk melakukan ibadah bersama dan mempelajari Sutra Lembu Suci. Pada saat itu, aliran ini masih terbatas dalam komunitas Tionghoa-Indonesia.

Pertumbuhan dan Penyebaran

Dalam beberapa dekade terakhir, aliran ini mengalami pertumbuhan yang signifikan di Indonesia. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh upaya penyebaran yang lebih intensif dan efektif. Gereja-gereja Nichiren Shoshu dibangun di berbagai kota di Indonesia, dan komunitas ini semakin terorganisir dengan baik.

Salah satu faktor kunci dalam penyebaran Nichiren Shoshu adalah pendekatan yang inklusif dan universal dalam menyebarkan ajaran-ajaran Buddha. Mereka tidak hanya membatasi diri pada komunitas Tionghoa-Indonesia, melainkan juga membuka pintu bagi siapa pun yang tertarik untuk mempelajari dan mempraktikkan ajarannya. Ini telah memungkinkan aliran ini untuk meraih beragam kelompok etnis dan latar belakang sosial di Indonesia.

Pendekatan ini juga diperkuat oleh semangat pelayanan sosial yang dilakukan oleh penganut Nichiren Shoshu. Mereka aktif terlibat dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, seperti kegiatan amal, pendidikan, dan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan. Ini telah membantu menciptakan citra positif tentang aliran ini di mata masyarakat Indonesia.

Ajaran-Ajaran Utama Nichiren Shoshu

Nichiren Shoshu memiliki ajaran-ajaran utama yang menjadi landasan keyakinan penganutnya. Ajaran ini berpusat pada penggunaan mantra “Nam Myoho Renge Kyo” yang diyakini memiliki kekuatan spiritual untuk membawa kebahagiaan, kedamaian, dan kemajuan dalam kehidupan penganutnya. Keyakinan ini didasarkan pada keyakinan bahwa Sutra Lembu Suci (Lotus Sutra) adalah sutra terakhir dan tertinggi yang mengandung ajaran universal dari Buddha.

Penganut mazhab ini melakukan ibadah harian dengan mengucapkan mantra tersebut dan membaca Sutra Lembu Suci. Mereka juga percaya pada pentingnya doa dan meditasi sebagai cara untuk mengatasi rintangan dalam kehidupan dan mencapai pencerahan spiritual.

SANDAIHIHO

Sandaihiho adalah inti ajaran agama Buddha Niciren Syosyu. Inti ajaran inilah yang membedakan sekte Buddha Niciren Syosyu dari sekte-sekte agama Buddha lainnya. Istilah Sandaihiho tidak dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, karena makna yang terkandung dalam istilah tersebut tidak terwakili dalam penerjemahan tersebut.

Sandaihiho ini diambil dari makna tersirat Bab XXI Kekuatan Gaib Sang Tathagata, yakni :

“Pada hakekatnya, segala Hukum yang dimiliki Sang Tathagata (Sandaihiho), segala kekuatan gaib yang sempurna dan agung dari Sang Tathagata (Altar Sila Ajaran Pokok Saddharma Pundarika Sutra), segala harta kekayaan yang azasi serta pelik dari sang Tathagata (Mandala Pusaka Ajaran Pokok Saddharma Pundarika Sutra – Gohonzon), dan keadaan yang begitu dalam dari Sang Tathagata (Mantra Agung Ajaran Pokok Saddharma Pundarika Sutra – Nammyohorengekyo). Semuanya dinyatakan, dipertunjukkan, diungkapkan, serta dijelaskan di dalam sutra ini.” -Sutra Mahasanghata, Halaman 320

Dampak Penyebaran Nichiren Shoshu di Indonesia

Penyebaran Nichiren Shoshu di Indonesia telah memberikan dampak positif dalam beberapa aspek. Pertama, aliran ini telah memberikan wadah bagi individu yang mencari makna dalam kehidupan dan solusi untuk masalah pribadi mereka. Banyak penganut Nichiren Shoshu merasa bahwa ajaran-ajaran ini telah membantu mereka dalam mencapai kedamaian batin dan memperbaiki kualitas hidup mereka.

Kedua, Mazhab ini telah berperan dalam kegiatan pelayanan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Mereka terlibat dalam kegiatan amal, seperti bantuan bagi kaum miskin, penyediaan pendidikan, dan berbagai kegiatan sosial lainnya. Hal ini telah menciptakan citra positif tentang Nichiren Shoshu di mata masyarakat Indonesia.

Ketiga, penyebaran Nichiren Shoshu juga telah menciptakan komunitas yang solid dan inklusif. Penganut dari berbagai latar belakang etnis dan sosial dapat berkumpul dan beribadah bersama dalam suasana harmonis. Hal ini mencerminkan semangat toleransi dan kerukunan antarumat beragama yang sangat dihargai di Indonesia.

Tantangan dan Peluang di Masa Depan

Meskipun penyebar aliran Agama Buddha Jepang ini di Indonesia telah mengalami pertumbuhan yang positif, masih ada tantangan yang dihadapi aliran ini di masa depan. Salah satu tantangan utama adalah mempertahankan pertumbuhan yang konsisten sambil mempertahankan kualitas pengajaran dan praktik spiritual.

Selain itu, aliran atau mazhab ini juga perlu terus mempromosikan pesan toleransi, harmoni, dan kerukunan antarumat beragama dalam masyarakat Indonesia yang majemuk. Hal ini sangat penting dalam menjaga hubungan yang baik dengan komunitas agama lain dan pemerintah Indonesia.

Namun, dengan semangat inklusif dan pelayanan sosial yang kuat, Aliran ini di Indonesia memiliki banyak peluang untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi positif pada masyarakat. Keberlanjutan upaya penyebaran dan pengembangan komunitas penganut akan menjadi faktor penentu dalam memastikan bahwa Aliran ini tetap menjadi salah satu aliran agama Buddha yang signifikan di Indonesia.

Penyebaran agama Buddha Nichiren Shoshu di Indonesia telah mengalami perkembangan signifikan sejak awal tahun 1970-an. Aliran ini awalnya terfokus pada komunitas Tionghoa-Indonesia, namun telah berkembang menjadi komunitas yang lebih inklusif dan merangkul beragam latar belakang etnis dan sosial. Dalam perjalanan ini, Aliran Agama Buddha ini telah memberikan makna bagi banyak individu, terlibat dalam kegiatan pelayanan sosial, dan mempromosikan toleransi antarumat beragama.

Kesimpulan

Tantangan di masa depan mencakup mempertahankan pertumbuhan yang konsisten dan terus mempromosikan pesan perdamaian dan toleransi. Namun, dengan semangat inklusif dan pelayanan sosial yang kuat, Nichiren Shoshu memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi positif yang lebih besar pada masyarakat Indonesia.

Komentar