OJK Lampung Terus Dukung Pengembangan Pembiayaan Produk Unggulan Komoditas Pisang

Ekonomi, Lampung130 Dilihat

Lotusmediaindonesia.com, Bandar Lampung – Otoritas Jasa Keuangan atau disingkat OJK Lampung terus memberikan dukungan untuk pengembangan pembiayaan komoditas unggulan, khususnya pisang mas, melalui pola pembiayaan klaster petani pisang. Kerjasama ini melibatkan perbankan serta Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Lampung dan TPAKD Kabupaten Tanggamus, Selasa (10/10/2023).

Provinsi Lampung memiliki peran penting dalam budidaya dan produksi pisang di lanskap pertanian Indonesia. Berdasarkan data produksi pisang tahun 2021, Provinsi Lampung menduduki peringkat ketiga sebagai penghasil komoditas pisang terbesar di Indonesia, dengan jumlah produksi mencapai 1.123.240 ton.

Meskipun produksi pisang di Provinsi Lampung telah meningkat secara signifikan, permintaan untuk pisang baik di pasar dalam negeri maupun di luar negeri masih jauh lebih tinggi daripada produksi saat ini. PT Great Giant Foods (GGF) mencatat bahwa permintaan ekspor pisang ke beberapa negara tujuan, seperti China, Jepang, Singapura, Oman, Uni Emirat Arab, Korea Selatan, dan Malaysia, masih sangat tinggi.

Pisang mas, sebagai salah satu komoditas ekspor unggulan, memiliki permintaan pasar dalam negeri sebanyak 3.000 kardus per minggu, sementara Kabupaten Tanggamus baru mampu memasok sekitar 500 kardus per minggu.

OJK Lampung, bersama perbankan dan Pemerintah Daerah melalui TPAKD, terus berkolaborasi untuk meningkatkan akses pembiayaan bagi petani klaster pisang di Kabupaten Tanggamus. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui kegiatan Business Matching Pembiayaan Klaster Petani Pisang di Kabupaten Tanggamus.

Welly Soegiono, Corporate Affairs Director PT Great Giant Foods (GGF), menekankan pentingnya kerja sama dari hulu hingga hilir untuk meningkatkan potensi pisang di Kabupaten Tanggamus agar menghasilkan komoditas pisang berkualitas dan sesuai dengan standar sertifikasi internasional. Keberhasilan ekspor ke Jepang merupakan prestasi penting bagi petani pisang mas Tanggamus, mengingat standar yang ketat di negara maju tersebut.

Bambang Hermanto, Kepala OJK Lampung, menyampaikan bahwa meskipun terjadi peningkatan omzet komoditas pisang mas yang signifikan sejak tahun 2017 hingga 2023, tantangan utama yang dihadapi adalah pemenuhan modal dan akses terhadap kredit/pembiayaan yang dibutuhkan oleh berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem sektor pertanian pisang.

“Saat ini penyaluran kredit dan pembiayaan perbankan ke sektor pertanian komoditi pisang di Provinsi Lampung masih menghadapi beberapa tantangan. Meskipun terjadi peningkatan sebesar 664 (yoy) pada bulan Juli 2023, jumlah penyaluran di sektor pertanian pisang masih relatif rendah yakni sebesar Rp28,5 miliar atau 0,65 8 dari total kredit/pembiayaan sektor pertanian di Provinsi Lampung,” tambah Bambang Hermanto.

Penyaluran kredit dan pembiayaan perbankan ke sektor pertanian komoditi pisang di Provinsi Lampung masih menghadapi beberapa kendala. Meskipun terjadi peningkatan pada bulan Juli 2023, jumlah penyaluran masih relatif rendah dibandingkan dengan total kredit/ pembiayaan sektor pertanian di Provinsi Lampung.

Dalam upaya untuk mengatasi tantangan ini, pada kegiatan ini, diselenggarakan penyaluran kredit simbolis kepada 14 petani pisang mas dengan total kredit Rp. 1,3 Miliar oleh lima bank, yaitu BRI, BNI, Bank Mandiri, BPD Lampung, dan BSI. Hal ini merupakan bentuk dukungan perbankan terhadap sektor pertanian pisang.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Ir. Fahrizal Darminto, MA, yang juga menjabat sebagai Koordinator TPAKD Provinsi Lampung, mengapresiasi peran OJK Lampung dan perbankan dalam mendorong pembiayaan klaster petani pisang di Tanggamus.

Ia juga menyoroti konsep Creating Shared Value (CSV) yang diperkenalkan oleh GGF, yang melibatkan para petani dalam meningkatkan kebersamaan dalam menyelesaikan masalah dan mengoptimalkan potensi komoditi pisang.

“Adanya konsep Creating Shared Value (CSV) yang dunisiasi oleh GGF dengan menggandeng para petani, dapat meningkatkan kebersamaan dalam menyelesaikan masalah-masalah dan mendorong potensi komoditi pisang, sehingga tercipta efisiensi serta jaminan pasar dan harga dalam produksi pisang.” ujar Ir. Fahrizal Darminto, MA.

Ir. Mulyadi Irsan, MT, yang merupakan PJ Bupati Tanggamus, menegaskan pentingnya dukungan perbankan dalam meningkatkan akses pembiayaan bagi petani pisang dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tanggamus. Potensi sektor pertanian di Kabupaten Tanggamus merupakan salah satu sektor unggulan, dan ia berharap komoditi lainnya, seperti sektor kelautan dan perikanan, juga akan mendapat perhatian dan dukungan serupa dari perbankan.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan perbankan memberikan pemaparan terkait program pembiayaan klaster petani pisang, sementara perwakilan OJK Lampung, Aprianus John Risnad, Deputi Direktur Pengawasan LJK, memaparkan generic model pembiayaan klaster petani pisang. Model ini tidak terbatas pada petani pisang yang telah bermitra dengan GGF atau petani inti plasma, tetapi juga mencakup petani pisang non-mitra.

Generic model ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi perbankan dan semua pemangku kepentingan untuk memenuhi kebutuhan para petani pisang dari segi permodalan. Diharapkan bahwa kegiatan Business Matching ini akan meningkatkan akses pembiayaan bagi petani, kelompok petani, packing house, dan koperasi, yang pada akhirnya akan meningkatkan produksi pisang secara berkelanjutan. Dengan demikian, sektor pertanian pisang di Kabupaten Tanggamus dan Provinsi Lampung dapat tumbuh dan berkembang lebih baik.

Komentar