Pegiat Petani Milenial Lakukan Roadshow Pertanian Ke Lampung Timur dan Lampung Utara

Lampung633 Dilihat

Lotusmediaindonesia.com, Pegiat Petani Milenial, Dwinan Rahmandi melakukan Roadshow Pertanian sekaligus Silahturahmi dalam rangka memperkenalkan program-program pertanian ala anak muda di Kabupaten Lampung Timur dan Lampung Utara, Jumat (7/4/2023).

Di Kabupaten Lampung Timur tepatnya di Kecamatan Metro Kibang, Dwinan Rahmandi mengungkapkan antusiasnya bisa berkumupul bersama petani secara langsung.

“Hari ini saya cukup antusias bertemu dengan petani disini, bisa mendengar langsung apa keluhan petani, apa yang dibutuhkan dan masih banyak lainnya tadi diceritakan sewaktu sesi diskusi” jelas Mas Dwi kepada Lotus Media Indonesia.

Dwinan mengatakan bahwa dirinya mulai aktif menjadi pemerhati dan pegiat petani milenial dikarenakan beberapa keresahan dirinya melihat sektor pertanian.

“Saya mulai menjadi tertarik menjadi pegiat petani milenial mulanya karena saya lihat anak-anak muda semakin sedikit yang memilih bertani dan turun ke sawah. Mereka lebih memilih untuk kerja kantoran ataupun merantau menjadi buruh dan sebagainya” tambah Dwinan.

Kemudian Dwinan Rahmandi juga berkunjung ke Lampung Utara tepatnya di Kecamatan Kotabumi Utara.

Pria yang akrab disapa Mas Dwi tersebut menjelaskan bahwa dirinya ingin mengadakan Demo Plot (Demplot) Pertanian sebagai awal pergerakan dirinya sebagai pegiat petani milenial.

“Saya datang kesini mudah-mudahan membawa angin segar bagi petani, saya ingin mengadakan demplot pertanian. Demplot ini nantinya akan saya kawal bersama tim, kami bantu pupuknya, bibitnya dan petani cukup menyiapkan lahan saja” pungkas Dwinan Rahmandi.

Pegiat Petani Milenial Lakukan Roadshow Pertanian Ke Lampung Timur dan Lampung Utara

Dirinya juga menjelaskan komoditas-komoditas apa saja yang akan dilakukan demplot guna memaksimalkan hasil pertanian.

“Nanti kami akan melakukan demplot untik komoditas singkong dan jagung, nantinya kalau dilakukan demplot 1 hektar, maka akan diberikan perawatan yang berbeda. Misalnya setengah hektar dilakukan perawatan secara konvensional dan setengahnya lagi dengan perawatan-perawatan khusus. Hal ini dimaksudkan agar para petani bisa membandingkan secara langsung peningkatan hasil pertanian” jelas dwinan.

“Tadi juga petani ada yang bercerita kalau mereka membutuhkan alat tes pH tanah karena ya memang kondisi tanah setiap daerah berbeda-beda dan perwatannya pun nanti akan berbeda juga. Ini semua nantinya akan kami kawal dan juga akan kami bentuk yang namanya klinik pertanian untuk menyelesaikan permasalahan semacam itu untuk kepentingan pertanian di Lampung” tambah Dwinan Rahmandi

Selanjutnya Mas Dwi juga membagikan bingkisan lebaran kepada para petani di Bulan Suci Ramadhan.

“Saya juga membagikan bingkisan lebaran ke poktan dan petani di bulan Ramadhan ini, mudah-mudahan bisa jadi berkah dan bermanfaat bagi petani” jelas Mas Dwi.

Komentar