Sri Ningsih Djamsari Bina Masyarakat, Gelar IPWK Di Sukarame

Advertorial355 Dilihat
Lotusmediaindonesia, Bandar Lampung – Sri Ningsih Djamsari, SH, anggota DPRD Kota Bandar Lampung kembali menggelar kegiatan Sosialisasi Pembinaan ideologi Pancasila dan Wawasan kebangsaan di, Jl. Senopati rt 05 LK 2 korpri jaya kecamatan Sukarame, kota Bandar Lampung, Selasa (16/5/2023).

Sri Ningsih Djamsari, sapaan akrab anggota fraksi PDI Perjuangan DPRD kota Bandar Lampung ini menghadirkan Palgunadi, STP, ketua DPC PDI Perjuangan kabupaten Pringsewu sebagai narasumber pertama, dan Ustadz Suparman Abdul Karim, kepala bidang agama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) provinsi Lampung sebagai Narasumber ke dua. Dan turut dihadiri oleh Wiyadi, SP.MM ketua DPRD Kota Bandar Lampung, dan tamu undangan pengurus DPC PDI Perjuangan kota bandar Lampung, jajaran PAC Ranting se kecamatan Sukarame, Tanjung Seneng, Sukabumi, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda setempat.

Dalam sambutannya, Sri Ningsih Djamsari menerangkan bahwa kegiatan sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan ini merupakan kegiatan rutin anggota DPRD Kota Bandar Lampung yang bertujuan untuk membumikan Pancasila dalam keseharian di masyarakat.

“Terimakasih atas kehadiran ibu bapak semua, hari ini turut hadir ketua saya, bapak Wiyadi, beliau hadir dalam rangka pengawasan terhadap terlaksananya kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan oleh semua anggota DPRD sekota Bandar Lampung, dan kegiatan sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan ini merupakan kegiatan rutin anggota DPRD Kota Bandar Lampung yang bertujuan untuk membumikan Pancasila dalam keseharian di masyarakat”, ujar Sri Ningsih Djamsari.

Sri Ningsih Djamsari Bina Masyarakat, Gelar IPWK Di Sukarame

Narasumber pertama, Palgunadi banyak menerangkan tentang sejarah terlahirnya Pancasila dari para pendiri bangsa dan hal yang menyebabkan terjadinya degradasi nilai Pancasila di masyarakat.

“Hari ini kita dikumpulkan oleh ibu Sri Ningsih Djamsari dalam rangka sosialisasi Ideologi Pancasila yang mana nilai nilai luhur Pancasila di pandang sudah mulai menipis karena sering ditimpa oleh ideologi atau faham faham yang memang tidak menghendaki Pancasila ada di bumi Indonesia”,ungkapnya.

Narasumber kedua, Ustadz Suparman abdul karim yang juga sebagai ketua Baitul Muslimin Indonesia (BAMUSI) PDI Perjuangan Provinsi Lampung, kembali menegaskan ada kelompok kelompok yang secara intensiv ingin membuat kondisi masyarakat tidak kondusif terutama di tahun politik.

“Bu Sri Ningsih Djamsari baru baru ini mendapat laporan bahwa ada salah seorang tokoh agama yang berceramah menjelek jelekkan partai PDI Perjuangan, nah kebetulan saya bertemu saat mengisi ceramah, nah, tokoh agama itu langsung pulang, mungkin dia ga enak bertemu saya”, uangkapnya disambut tepuk tangan peserta sosialisasi.

Sri Ningsih Djamsari Bina Masyarakat, Gelar IPWK Di Sukarame

Ustadz Suparman mengungkapkan, ada banyak oknum yang tidak bertanggung jawab yang berusaha mengadu domba sesama anak bangsa.

“Di zaman sekarang itu ada jenis peperangan yang nama “proxy war” yaitu perang antar dua negara atau aktor non-negara yang terjadi karena dorongan atau mewakili pihak lain yang dengan sengaja berniat mengadu domba antar agama, suku, ras, hingga sebuah terjadi konflik, ini dapat dikategorikan sebagai perang proksi, ini sudah banyak terjadi dibelahan dunia, terutama di negara seperti Afganistan, Yaman, Libya dan beberapa negara arab lainnya”, terangnya.

Di akhir sosialisasinya, ustadz Suparman menegaskan pentingnya kita sebagai anak bangsa mampu membentengi diri agak tidak mudah dipecah belah oleh kelompok yang tidak suka pada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Yang terjadi di Afganistan itu sebuah contoh negara yang penduduknya hampir 100% muslim, tetapi mereka mudah di adu domba oleh Amerika, dan sekarang rakyat disana menderita karena perang saudara tidak kunjung berakhir, oleh karena itu, kita harus bersyukur hidup di NKRI, dengan ideologi Pancasila yang dapat mempersatukan perbedaan, bhineka tunggal Ika, NKRI harga mati”.pungkasnya.

Komentar